12.03.2008

Untuk Istri Baruku, Sarina

Berdoalah kau Sarina
Agar aku bisa luput dari bayang-bayang lama
Cemburu saja sebab dengan itu aku merasa dicintai
Tak perlu kau beradu kata, asam garam cinta dan tipu daya sudah begitu akrab denganku

Sarina istri baruku yang ku nikahi tadi pagi
Aku pemain lama yang sudah mulai lupa dengan lapangan yang akan kumainkan
sejak gawang dibawa pergi bersama mantan istriku 6 tahun lalu
dan selama itu aku tidak turun lapangan

Sarina maafkan aku
Diam-diam aku memetik mawar yang pernah ditanam mantan istriku dibelakang rumah
Itulah yang kusematkan ditelingamu senja ini
Mungkin inilah serah terima cinta menurutku

Mari kita mulai babak ini
Semoga malam ini rahimmu meramu janin laki-laki
Aku berharap akan ada yang menemanimu setelah aku mati
Menjaga saat godaan suami baru mengganggumu

Segelas jamu kuat kutelan habis
Lampu mati
Aku memulai kewajiban
Setelah itu tak mampu kuceritakan
Saat terbangun sekujur tubuhku keletihan

3 komentar:

Ahmad Flamboyant mengatakan...

wow,,,, eksotik banget.alur yang menjanjikan pembaca. thanks sobat.....tetapi epilognya kurang menarik tuh, gaya bahasa cukup kondang . nice a poem

timur matahari mengatakan...

untuk Ahmad Plamboyant:
trims kawan..apresiasinya
saya coba berbenah lagi

n.i.n.a mengatakan...

sarinaa???

who is she???