11.22.2008

Perempuan Terakhir

pagi tepat setengah jam setelah kau pergi
aku masih sempat memuntahkan salahmu
melupakan perihnya dan akan menjadi kisah
tapi entah.. lakumu begitu mengusik

bahasa rindu mu sudah begitu kaku perempuan
tak mampu membuaiku seperti kecupan-kecupan awal pertemuan
inikah titik nadir pencarian, hingga pesona itu adalah angin..
tak mampu menggerakkan sehelai rambutpun dikepalaku

hinggaplah
diranting mana yang bisa
melihat nyata
atau akan terus membelah hari yang tidak semestinya

perempuan yang tersisa untukku
bawahlah aku semampumu
kemanapun kau menggiringku
kuturuti jika itu bisa membuat rasa memiiki itu kembali

6 komentar:

Dyah Ayu mengatakan...

hhmmmm...

Cah Sholeh mengatakan...

Bikin bingung, perepmpuan terakhirku mana ya??

goresan pena mengatakan...

aha...kiranya waktu menelikung rasa yah...

timur matahari mengatakan...

untuk dyah ayu:
hmmmmm
ada apa ini? gumaman seperti yang ku maksud kah?
trims sudah berkunjung
hmmmm

timur matahari mengatakan...

untuk cah soleh :
he..he
selamat mas telah bingung
bercerita seorang sahabat
setelah memberi maaf
ternyata susah melupapkan kesalahan
setelah berlalu
berharap ada perempuan terakhir
yang tidak seperti itu2 lagi

timur matahari mengatakan...

untuk goresan Pena:
yagh lagi2 seperti itu mbak
kisah seorang sahabat