10.18.2008

Pertaubatan

aku terhenti di separuh malam
menembus muara angan-angan
bercampur aduk
bak rasa yang tak terjamah

akhirnya muncrat seepisode pementasan
lakon laki-laki dengan sorban melingkar
bersama kelam ia begitu manja
bermain dengan kata
begitu mesra

serak tapi menggemuruh
seperti melintasi seluruh apa yang di jagad bumi
tarikan nafasnya saja seperti irama paling indah yang pernah Tuhan ciptakan

kalimat Allahu akbar ia kumandangkan
sujud dirakaat pertama bersenandung dengan kepasrahan teramat dalam
masya Allah
aku merasakan ia seperti bertemu dengan Tuhannya
tiada bergeming
hanya desis-desis yang tentu untaian doa pertaubatan
lalu air mata derai di sajadah

peringatan telah "Ia" turunkan dihadapku
mungkin sebegitu ingkarnya hingga nyata didepanku "Ia" menemui ummatNya
mempertontonkan romantisme ciptaan dan pencipta
sungguh... adegan percintaan yang begitu tulus

perlahan kutanggalkan setan yang menjubahiku
ada tarik menarik yang begitu nyata
aku terkapar ditengah
ternyata bangkitku menuju jalanNya

wudhu menegurku
takbir menegurku
Al-Faatihah menegurku
Ruku' menegurku
I'tidal menegurku
Sujud menegurku
sampai doa pun menegurku

astaqfirullah
sudah begitu jauhkah?
sampai aku harus bersusah payah ikhlas memujiMu

8 komentar:

Mena Larasati mengatakan...

andaikan jiwa kita dan hati kita selalu berselimutkan kata taubat
betapa ketenangan dan kedamaianNYA mengiringi setiap langkah kaki kita. Amin...

timur matahari mengatakan...

untuk mena larasati..
semoga... mungkin itu sebuah proses dan pencapaian.. mengerti dan memahami lalu berserah diri

goresan pena mengatakan...

hm, itulah manusia teman...
bersyukurlah merasakan getar itu...
doa kita bersama, semoga keimanan kita tidak fluktuatif seperti suku bunga bank yah...hehehehehe....

timur matahari mengatakan...

Untuk Goresan Pena :
emoga saja aku bisa mempertahankan suku bunga ini... suku bunga dari deposit amal... "setelah amal ditimbang, mungkinkah aku kan berdiri di pintu surga?"

kun744/hawa mengatakan...

puisinya bagus
mengalir dengan indah
tapi terlalu bertele-tele

bagaimana kalau lebih dipadatkan lagi

timur matahari mengatakan...

ntuk Kun744/hawa :
trima kasih kunjungan, apresiasi dan kritikannya,
memang perlu belajar lebih banyak lagi
salam

goenoeng mengatakan...

bro, kalimat2mu ck..ck..ck...
bernas banget !
suer....
aku telah bersijingkat di tepi puisi2mu (masih banyak yang belum), dan aku menemukan banyak suasana di sana.
salut, terus berkarya lae...

timur matahari mengatakan...

untuk Goenoeng :
trima kasih lae apresiasinya
semoga bisa terus tenggelam
dan mudah2an ini bermanfaat