10.11.2010

Harus Kubiarkan Sajak ini Menulisku

harus kubiarkan sajak ini menulisku

kemana saja ia suka dan kemanapun ia akan berhenti

kubiarkan

tulislah aku menjadi, hingga keluar kesunyian ini.



penghujan akhir tahun

diatas duka yang sedang ranum

kutuangkan arak dan tuak, membasuh lara disana

menjadiilah sajak hujan basah



izinkan Tuhan aku mabuk

hingga kudapati KAU dalam hilang sadar yang ambang

sebab jua sudah kutunggu berpuluh pinta

tak satupun, tampatMu yang bisa kulamar



harus kubiarkan sajak ini mengayuhku

sampai ombak menenang sampai arus tak urus

usaplah aku menjadi

laut dan pelangi



izinkan Tuhan aku membenciMu

hingga kudapati KAU menjadi sebentuk cinta

sebab jua sudah kupinang berkali datang

tak sekalipun, senyumMu dapat kutawar



harus kubiarkan sajak ini membawaku

sampai jalan kudapati rambu

kejarlah aku kepada

perhentian tanpa upah



izinkan Tuhan aku menuduhMu

hingga kudapati KAU menjadi siapa

hilanglah gamang pupuslah resah

tak sesiapa aku tanpaMu yang Maha





Panyabungan Mandailing Natal, Ramadhan 13/Bambang Saswanda Harahap

7 komentar:

ZARITH SHAUFA mengatakan...

assalamualaikum :)
saya mahu mengenal kamu dengan lebih dekat. mungkin kita boleh bebincang tentang penulisan puisi :)
saya juga menulis puisi :)

salam sejahtera dari malaysia :)

Kang Eko mengatakan...

selamat pagi.....
puisimu bagus...meski agak sulit karena keterbatasanku memahami baitmu

Bambang Saswanda Harahap mengatakan...

@zarith
waalaikum salam
trimakasih, senang bisa berbincang tentang puisi.
saya biasa menulis di facebook bambangsaswanda@yahoo.com

Bambang Saswanda Harahap mengatakan...

@kang eko
pagi kang, terima kasih apresiaasinya kang, saya juga baru memulai :-)

ijul mengatakan...

salam kenal sahabat

Tentang kuli Pelabuhan mengatakan...

salam.. wah banyak puisi di sini

DewiqThedew mengatakan...

mantap surantab mas bamby..
:D