9.12.2008

Sebelum tujuh menit sumpah serapah

Sore ini cinta menyumpahi ku

sumpah, tanpa kata..

seperti mencabik kearah terdalam yang ku punya

selalu, tanpa suara..

bahkan sampai hentakan trakhir

hingga tak mampu bernafas

hingga tak kuasa hanya sekedar menghela

hingga aku kaku

padahal menggapainya adalah arahku

seperti sinar di ujung lorong hitam

semakin ku tuju aku semakin ditampar

terlampau silau..

terlalu benar, berkasnya!

sampai di titik ini

aku terpaku,

tidak untuk berhenti

hanya mengambil ancang2 kembali..

mencuri sisa kekuatan

tuk menerobos pergi..


15 komentar:

Jenny Oetomo mengatakan...

Selamat berkarya, cuma untuk puisi yang satu ini saya belum menangkap maksudnya (maklum bahasa sastra saya kurang dalam kali), kreatif terus Bro, Salam

Elys Welt mengatakan...

dalam ...

timur matahari mengatakan...

untuk Elys welt
semoga bisa diselami

timur matahari mengatakan...

mas jenny
tangkap saja mas//
saya juga ingin tau persepsi mas

cahpesisiran mengatakan...

Pagi ini, sore kemarin, pagi kemaren, lusa kemaren, pekan lalu, tahun lalu
cinta menyumpahi ku
sumpah, tanpa kata..

Hendrawan mengatakan...

duh roamntis bangetz..

genthokelir mengatakan...

membaca satu demu satu puisi ini dan sebelumnya mencerminkan kedalaman bahasa yang melarutkan pembaja pada imajinasi yang luas
salut untuk penulisnya

NAZA LUCKZANA mengatakan...

apa ya maksudnya? kok sunyi hati ku mengungkap rasa yang punya

timur matahari mengatakan...

untuk ceh pesisiran
sepertinya lebih menarik kalimat yang mas tulis.. sudah merangkum keseluruhan keterangan dalam puisi.. makna yang sebenarnya,,, trima kasih mas apresiasinya

timur matahari mengatakan...

untuk mas Hendrawan
hm,, romantis... semoga
trims mas apresiasinya
semoga kita bisa berkawan

timur matahari mengatakan...

untuk mas Hendrawan
hm,, romantis... semoga
trims mas apresiasinya
semoga kita bisa berkawan

timur matahari mengatakan...

untuk Naza Luckzana
trims sudah berkunjung..
bicara makna tentu bicara persepsi..
ini hanya sebuah pengungkapan..
ternyata butuh waktu untuk menyadarinya
rasa... yang datang berulang2 dalam moment yang sering tidak tepat

goresan pena mengatakan...

wah, tidak menyangka puisi ini akan terlihat lebih indah setelah ditulis begini...
maaf, saya baru sempat baca.
masukan dikit neh...gimana kalo' judulnya, dihilangkan kata penghubung ..Di..?

sukses yah...

timur matahari mengatakan...

untuk mbak hezra
trims masukannya mbak.. mbak benar,, toh yang nulis bukan ide saya sendiri mbak..
kolaborasi yang semoga bermanfaat untuk semua

Anonim mengatakan...

ijin copas ke FB q yach...